17 June 2024
0 0
Read Time:6 Minute, 44 Second

Seiring berjalan waktu, pasti ada terjadi perubahan kebijakan dalam penggunaan akses storage internal atau ASD pada versi Android tertentu bagi pembuat aplikasi dengan menggunakan Kodular. Disini membahas yang berdasarkan pengalaman pribadi selama membuat aplikasi Android dengan Kodular yang ada kemungkinan kesalahan informasi setelah ini.

SEBELUM MEMASUKI ANDROID VERSI 10

Sebelum masuki Android versi 10 atau Android API versi 29, penggunaan akses storage internal atau ASD itu sangat fleksibel banget seperti mengirim file atau sharing file, melihat gambar di Image View, dan keperluan media lain dalam membuat aplikasi Android. Jadi, tidak perlu pusing dalam penggunaan akses storage internal pada Android karena sangat fleksibel sehingga tidak perlu menggunakan blokode khusus untuk validasi penggunaan akses storage pada Android.

Palingan, kamu tinggal mengaktifkan uses permission untuk akses storage internal sebagai manajemen file setiap aplikasi yang terpasang di HP Android tanpa memikirkan pembatasan akses lokasi / direktori storage tersebut.

SETELAH MEMASUKI ANDROID VERSI 10

Setelah masuki Android versi 10 atau Android API versi 29, penggunaan akses storage internal atau ASD dibatasi untuk aktivitas manajemen file seperti mengirim file atau sharing file, dan keperluan media lainnya. Disini ada beberapa users-permission Android yang dinonaktifkan yaitu WRITE_EXTERNAL_STORAGE sehingga tidak bisa melakukan manajemen file sembarangan lagi. Jadi kamu hanya bisa mengakses storage hanya yang berformat ASD saja.

DIREKTORI STORAGE INTERNAL YANG BISA DIAKSES PADA ANDROID 10 KEATAS

file:///storage/emulated/0/android/data/<nama package>/files/<nama file>

Jika, kamu mengambil atau memilih file dari selain tempat / direktori storage yang telah ditentukan secara default yaitu ASD, maka mengalami kode error 908 Screen yang dimana tidak bisa mengakses direktori tersebut karena belum diberikan permission aplikasi yang dibuat dari Kodular secara khusus.

Sampai sekarang, penulis belum menemukan solusi dari error 908 Screen karena memungkinkan keterbatasan fitur yang ada di Kodular. Apabila telah menemukan extension dari pihak ketiga yang dapat mengatasi error 908, maka penulis langsung membuat artikel disini.

EXTENSION YANG BISA MENGAKSES DIREKTORI INTERNAL SELAIN ASD

Kamu bisa menggunakan Extension dari pihak ketiga yang bernama SAF yang merupakan salah satu extension tambahan yang saat ini bisa dijadikan alternatif sebagai pemilihan file yang dapat mengakses direktori storage di luar ASD. Namun, setelah memilih file, kamu harus memindahkan atau menyalin file tersebut ke folder ASD agar file tersebut dapat berfungsi sebagai media yang semestinya.

Baca juga artikel :  Cara Deteksi Spesifikasi HP Android dengan Kodular

ANTISIPASI

Setelah kamu memilih file dari Image Picker, Intent Picker, dan media Picker lainnya. Kamu harus memindahkan / menyalin file yang telah dipilih ke folder ASD dengan menggunakan extension tambahan yang ada CopyAsync atau MoveAsync seperti Taifun File, File Tools, dan lain-lain yang mendukung itu.

A. Blokode untuk menyalin file tanpa perlu Permission sama sekali.

Blokode CopyAsync.

B. Blokode untuk memindahkan file tanpa perlu Permission sama sekali.

Blokode MoveAsync.

Pada poin B ini seringkali gagal proses pemindahan file. Maka, lebih menyarankan untuk lakukan salin file dengan menggunakan blokode CopyAsync saja. Proses tersebut bisa ditujukan ke folder ASD atau luar ASD. Apabila file tersebut akan digunakan dalam aplikasi yang dibuat dari Kodular, maka lebih rekomendasi proses salinan atau pindahan file ke folder ASD saja.

SETELAH MEMASUKI ANDROID VERSI 13

Pada era ini dimulai ada perubahan kebijakan dari Google Play Store dalam melakukan publish atau upload aplikasi ke Google Play Store yang dimana menimbulkan kewalahan bagi pembuat aplikasi dengan menggunakan Kodular. Pada bulan November 2023, ada perubahan kebijakan dalam versi Android SDK Target yaitu Android versi 13 atau Android API versi 33 (Android-33). Jika aplikasi lama yang telah ada sebelumnya di Google Play Store tetapi tidak melakukan update aplikasi dengan mengubah versi Android SDK Target menjadi 33, maka aplikasi tersebut tidak dapat ditampilkan di Play Store khusus pengguna smartphone Android versi 12 keatas.

Setelah masuki Android versi 10 atau Android API versi 29, penggunaan akses storage internal atau ASD dibatasi untuk aktivitas manajemen file seperti mengirim file atau sharing file, dan keperluan media lainnya. Disini ada beberapa users-permission Android yang dinonaktifkan yaitu WRITE_EXTERNAL_STORAGE sehingga tidak bisa melakukan manajemen file sembarangan lagi. Jadi kamu hanya bisa mengakses storage hanya yang berformat ASD saja.

Baca juga artikel :  CRUD Firebase DB Kodular Tambah Data

DIREKTORI STORAGE INTERNAL YANG BISA DIAKSES PADA ANDROID 13 KEATAS

file:///storage/emulated/0/android/media/<nama package>/<nama file>

Jika, kamu mengambil atau memilih file dari selain tempat / direktori storage yang telah ditentukan secara default yaitu ASD, maka mengalami kode error 908 Screen yang dimana tidak bisa mengakses direktori tersebut karena belum diberikan permission aplikasi yang dibuat dari Kodular secara khusus. Bedanya, penggunaan Media Access juga dibatasi permission khusus Android versi ini sehingga tidak dapat memilih gambar atau ambil foto langsung ditampilkan Image View.

Sebenarnya sistem ASD Path khusus folder data ini masih berlaku Android 13 tetapi tidak bisa mengakses ke folder tersebut dengan menggunakan beberapa aplikasi File Manager. Sebagai antisipasi, lebih baik memindahkan atau menyalin file dari lokasi di luar ASD ke lokasi ASD yang folder media.

Sampai sekarang, penulis belum menemukan solusi dari error 908 Screen karena memungkinkan keterbatasan fitur yang ada di Kodular. Apabila telah menemukan extension dari pihak ketiga yang dapat mengatasi error 908, maka penulis langsung membuat artikel disini.

ANTISIPASI

Setelah kamu memilih file dari Image Picker, Intent Picker, dan media Picker lainnya. Kamu harus memindahkan / menyalin file yang telah dipilih ke folder ASD yang ada folder media dengan menggunakan extension tambahan yang ada CopyAsync atau MoveAsync seperti Taifun File, File Tools, dan lain-lain yang mendukung itu.

Blokode untuk menyalin file tanpa perlu Permission sama sekali.

Blokode CopyAsync.

B. Blokode untuk memindahkan file tanpa perlu Permission sama sekali.

Blokode MoveAsync.

Pada poin B ini seringkali gagal proses pemindahan file. Maka, lebih menyarankan untuk lakukan salin file dengan menggunakan blokode CopyAsync saja. Proses tersebut bisa ditujukan ke folder ASD atau luar ASD. Apabila file tersebut akan digunakan dalam aplikasi yang dibuat dari Kodular, maka lebih rekomendasi proses salinan atau pindahan file ke folder ASD saja.

Baca juga artikel :  Cara Menghapus Keystore di Kodular

Disinilah sistem Kodular ada mengalami perubahan sistemnya yang bisa dibilang signifikan yang dimana ada beberapa fitur atau pallete bawaan Kodular itu tidak dapat berjalan karena memungkinkan pihak Kodular mengubah Android SDK Target menjadi 33 tetapi tidak mengubah sistem atau pallete secara menyeluruh yang terutama penggunaan media seperti mengambil foto dari kamera, menampilkan gambar di Image View, dsb.

Sejak September 2023, Sistem Kodular ini sering dikeluhkan oleh pengguna atau pembuat aplikasi yakni proses export APK / AAB yang lebih lama tidak seperti biasanya bahkan stuck loading 45 % – 50 % saja. Hal ini berlanjut terus sampai Akhir November 2023.

PERBEDAAN KEAMANAN PERMISSION STORAGE

Android 10 – 12Android 13 keatas
Penggunaan ASD ini berada folder data.
file:///storage/emulated/0/Android/data/<nama package>/files/<nama file>
Penggunaan ASD ini berada folder media.
file:///storage/emulated/0/Android/media/<nama package>/<nama file>
Penggunaan permission terhadap media tidak dibatasi.Penggunaan permission media dibatasi.
Proses pemindahan / penyalinan file bisa ditaruhkan di Lokasi ASD yang Folder data dan bisa diakses atau dibuka oleh File Manager.Proses pemindahan / penyalinan file bisa ditaruhkan di Lokasi ASD yang Folder data tetapi tidak bisa diakses atau dibuka oleh File Manager.

Penggunaan media ini dimaksudkan untuk penggunaan file media seperti gambar, musik, dokumen, dan lain-lain terhadap aplikasi yang dibuat dengan Kodular.

PENUTUP

Sejak Android SDK Target yang dijadikan versi 30 atau Android 10 sebagai default yang harus dipenuhi oleh pembuat aplikasi Android yang ingin publish atau upload aplikasi ke Google Play Store. Sistem Kodular ada perubahan fitur tools akan tetapi ada kemungkinan lupa mengubah Pallete atau extension internal (extension bawaan Kodular) menjadi Pallete lebih update. Hal ini bisa dilihat dari beberapa Pallete bawaan Kodular ada sebagian fitur tetapi tidak fungsi sepenuhnya bahkan tidak berfungsi sama sekali.

Apalagi adanya perubahan versi Android SDK Target menjadi 33 (Android 13) di dalam sistem Kodular agar aplikasi tersebut dapat publish atau upload aplikasi tersebut ke Play Store dengan semestinya.

Untuk mengatasi permasalahan inti tadi, yah mau gak mau harus menggunakan extension tambahan atau dari pihak ketiga yang lebih update dari extension atau pallete bawaan dari Kodular.

*Artikel ini berdasarkan pengalaman pribadi dari penulis.

**Ada kemungkinan perubahan artikel ini jika ada update dari versi Sistem Android itu sendiri yang saat ini berada di Android 14.

About Post Author

Dwi Lestari

Saya bukanlah penulis handal dan hanya menyampaikan sesuatu yang bisa disampaikan.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *